Lagi Suka !

Rabu, 10 April 2013

Wanita Layak Memasuki Syurga Hanya Dengan Empat Ketentuan


Wanita Layak Memasuki Syurga Hanya Dengan Empat Ketentuan.

Sahabat yang dirahmati Allah,
Sabda Rasulullah saw yang artinya: "Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya). "
(HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani)


Berdasarkan hadis di atas jelaslah bagi kita bahwa Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang telah memberi kesempatan emas bagi setiap wanita yang beriman bahwa untuk memasuki surga-Nya yang penuh kenikmatan adalah melalui empat syarat saja.

Sedangkan orang yang beriman itu kena melalui banyak rintangan dan dugaan dan melaksanakan beberapa tanggung jawab kepada Allah swt terlebih dahulu barulah ia layak masuk surga Allah melainkan para syuhada yang syahid di jalan Allah swt

Empat syarat tersebut adalah seperti berikut:

Pertama: Melakukan shalat lima waktu.

Shalat merupakan pemisahan antara keimanan dan kekufuran yang haq dan yang bathil.Allah berfirman: "Maka dirikankanlah shalat itu (sebagaimana biasa) sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman" (Surah An-Nissa 'ayat 103)

Diriwayatkan dari Jabir r.a. katanya, Rasulullah s.a.w. bersabda: "Perumpamaan shalat lima waktu adalah seperti seseorang yang mandi di sebuah sungai yang dalam yang mengalir di depan rumahnya sebanyak lima kali sehari." (HR. Muslim)

Kedua: Puasa di bulan Ramadhan.

Dari Abu Hurairah r.a. bersabda Rasulullah s.a.w. maksudnya :: "Setiap amanalan anak Adam (manusia) itu digandakan satu kebaikan dengan sepuluh yang jenisnya hingga 700 kali lipat. Firman Allah s.w.t. (Maksudnya): "Kecuali puasa yang dikerjakan untuk Ku, maka Aku-lah yang membalasnya. Dia menahan syahwatnya dan meninggalkan makan karena Aku "Bagi orang yang puasa itu ada dua kegembiraan, yaitu gembira ketika berbuka (atau berhari raya) dan senang ketika menemui Tuhannya kelak. Dan, demi bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum dari bau kasturi. "(HR. Muslim)

Ketiga: Menjaga menghormatinya.

Wanita solehah yang menjaga harga dirinya adalah wanita yang selalu menghiasi diri dengan akhlak Islam dan sifat-sifat terpuji yang dapat melindungi dirinya dari kemurkaan Allah swt Bila ia keluar rumah selalu menutup aurat dan menjaga perhiasan diri tidak bersolek pemborosan dan berwangi-wangian hingga menimbulkan fitnah, menjaga pergaulannya, menjaga lidah dan tidak mengumpat dan mengadu domba. Dia adalah wanita yang berilmu, cerdik dan pintar. Setiap hari mendalami Ilmu Islam, mempelajari tafsir Alquran, hadis Nabi, memahami ilmu realitas saat dan tahu cara-cara mengobati penyakit masyarakat. Di malam hari menjadi seorang abid, membaca Al-Quran, berzikir kepada Allah, shalat tahajjud dan berdo'a kepada Allah hingga meneteskan air mata.

Sabda Rasulullah s.a.w. yang artinya: "Sesungguhnya dunia dan seluruh isinya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah." (HR. Muslim)

Keempat: Mentaati perintah suami.

Rasulullah s.a.w. bersabda yang artinya: "Sebaik-baik istri adalah yang dapat menyenangkan hati suaminya ketika engkau (suami) melihatnya dan apabila disuruh menuruti perintahmu, dan dia bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ketika engkau tidak di rumah." (Riwayat Thabrani)

Seorang pria harus pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan kewajibannya kepada Allah akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Sahabat yang dimuliakan,
Wanita yang layak untuk memiliki peluang dan jalan yang mudah ini adalah khusus untuk wanita yang menikah karena dengan pernikahan ini barulah teruji kesetiaannya menjadi istri dan ibu yang solehah. Barulah segala kelebihan dan pahala yang berlipat ganda akan diperoleh selama menjabat sebagai istri dan ibu yang penuh bertanggungjawab.

Kekurangan untuk wanita yang tidak menikah khususnya bagi kaum wanita, adalah lebih banyak dibandingkan dengan pria. Karena umumnya bagi kaum wanita, pintu surga lebih banyak dimulai dan di sekitar rumahtangga, suami dan anak-anak. Bagi kaum wanita, untuk mendapatkan maqam solehah dan menjadi ahli surga di akhirat adalah sangat mudah. Ini adalah berdasarkan hadis Nabi s.a.w di atas.

Jika seorang wanita itu tidak menikah, ia tidak akan dapat mencapai kesempurnaan pada maqam yang keempat. Walau sehebat mana sekalipun ia shalat, berpuasa dan menjaga martabat, wanita yang tidak menikah tidak akan mendapat keuntungan pada mentaati suami. Sedangkan kelebihan mentaati suami mengatasi segala-galanya bagi seorang wanita, sehingga redha Allah pun bergantung kepada redha suami.

Selain itu di antara kelebihan wanita yang menikah akan memiliki pahala yang besar seperti berikut:

1. Bahwa ia akan diberi pahala seperti pahala jihad fisabilillah di kala mengandung.

2. Ketika menyusui maka setiap titik air susu akan diberi satu kebajikan.

3. Berjaga malam karena mengurus anak akan diberi pahala seperti membebaskan 70 orang hamba.

4. Wanita yang berkeringat karena terkena terbakar api saat memasak untuk keluarganya akan dibebaskan dari neraka.

5. Bagi wanita yang mencuci pakaian suminya akan diberi 1000 pahala dan diampuni 2000 dosa.

6. Lebih istimewa lagi ialah bagi wanita yang tinggal di rumah karena mengurus anak-anak akan dapat tinggal bersama Rasulullah saw di surga kelak.

7. Bahkan wanita yang rela dijimak oleh suami juga akan mendapat pahala.

8. Lebih hebat lagi bagi wanita yang mati karena bersalin akan mendapat pahala seperti pahala syahid.

Semua kelebihan ini tidak akan dapat diperoleh bagi wanita yang menolak pernikahan. Bahkan di dunia akan selalu berada di dalam fitnah dan di akhirat menjadi orang yang rugi. Jika seorang wanita belum bertemu jodoh itu tidaklah termasuk dikalangan yang rugi karena soal jodoh adalah urusan Allah swt

Jadi wanita dianjurkan menikah bila menemukan pasangan yang sekufu. Yang dimaksudkan sekufu yang utama adalah dari segi iman, taqwa, berilmu meskipun pria tersebut telah menikah dan bukan seorang hartawan.

Sabda Rasulullah s.a.w. maksudnya: "Apabila datang kepada kamu orang yang beragama dan berakhlak maka kahwinlah dia, kalau tidak akan timbul fitnah dan kebinasaan. Para sahabat bertanya, "Bagaimana kalau ia sudah menikah?" Jawab beliau, "Menikah juga ia (diulang sebanyak tiga kali)." Maksudnya disini bukanlah menjadi persoalan bagi pria yang telah menikah untuk melamar dan mengawini seorang wanita. (Berpoligami)

Begitulah besarnya pahala bagi wanita yang menikah. Tidak perlu bersusah-payah untuk keluar rumah seperti kaum lelaki atau berslogan seperti kebanyakan wanita hari ini. Hanya dengan duduk di rumah sebagai seorang istri dan ibu sudah memperoleh banyak pahala.

Kalau suami redha dengan perlakuan seorang istri itu maka akan langsung masuk surga tanpa melalui kesulitan. Nikmat ini tidak akan dapat diperoleh oleh wanita yang menolak pernikahan karena dia telah menolak untuk menjadi calon wanita solehah yang berada di bawah naungan suami.

Sahabat yang dikasihi,
Mengapa Nabi saw ada mengatakan banyak penghuni neraka adalah wanita? Apakah salah silapnya yang membuat penghuni neraka mayoritas adalah wanita.

Alasannya adalah seperti berikut:

1. Wanita sering tidak bersyukur dengan nikmat rezeki yang dibawa balik oleh suaminya. Menyukai kemewahan dan perhiasan yang hebat-hebat dan cantik.

2. Wanita sering mendurhakai pada suaminya. Suka berbantah-bantah dan penegak pendapatnya tanpa menghiraukan perasaan suami. Wanita yang meminta cerai karena suaminya berniat berpoligami adalah satu dosa karena hak berpoligami adalah hak yang diberikan oleh Islam kepada kaum pria.

3. Wanita sering tidak menjaga kehormatan diri seperti suka membuka aurat (tidak bertudung kepala) dan suka berhias-hias untuk memperlihatkan kecantikannya kepada yang bukan mahram atau suami dan tidak dapat menjaga batas pergaulan yang ditetapkan syariat.

4. Wanita sulit untuk menjaga lidahnya dari menggunjing dan mengadu domba. Dan sering menggunakan lidahnya untuk menyakiti hati suami dan orang lain. Ada juga beberapa wanita yang fasik tidak dapat mengendalikan nafsunya sampai sanggup melakukan zina.

Sahabat,
Jadi wahai sahabat-sahabatku wanita yang beriman! Jauhlah diri kalian dari praktek dan perbuatan yang mendatangkan dosa besar dan akan menyeret kalian ke neraka Jahanam. Ambil kesempatan emas ini yaitu melakukan ketaatan kepada empat hal yang disebutkan di atas. Ini adalah tawaran Allah swt yang paling mudah untuk kalian memasuki surga Allah swt melalui setiap pintu surga yang kalian pilih.

sumber Kau Jodohku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar